Senin, 21 Maret 2011

Pertemanan


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang
mementingkan diri sendiri.

Si Kuman Senang Bersarang di Dapur

TANPA disadari, banyak benda di dapur kita yang dijadikan kuman sebagai tempat favorit mereka. Mulai dari meja hingga tong sampah. Namun benda-benda apa saja di dapur yang paling banyak mengandung kuman, berikut empat di antaranya:

1. Tempat cuci piring

Piring dan gelas yang Anda tinggalkan di bak cuci piring bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Setelah selesai mencuci piring pun bakteri akan bertahan di tempat tersebut. Membilasnya tak akan banyak membantu menyingkirkan kuman-kuman yang ada.

Coba lap wastafel atau bak cuci piring dengan sabun dan air serta sedikit cairan pemutih. Tunggu selama 5 menit kemudian bilas dengan air panas.

2. Keran wastafel
Tangan kita mudah terkontaminasi berbagai bakteri hanya dengan menyentuh keran air di wastafel. Melap atau menyekanya setiap hari dengan cairan antibakteri bisa membantu, tapi supaya cairan itu bisa bertahan lama coba seka dengan tisu.

3. Spons
Masih di sekitar aktivitas mencuci piring, spons juga ternyata merupakan sarang favorit bakteri untuk berkembang biak. Bila kita menggunakan satu spons kotor, kuman akan dengan mudah terhantar ke tempat lain di dapur Anda.

Pastikan untuk membersihkan spons setiap minggu dan membuangnya bila bentuk dan warna spon mulai pudar.

4. Saluran sumbatan
Saat Anda membersihkan sayur seperi bayam atau kol, kotoran hasil cucian yang tersumbat di saluran pembuangan bisa menjadi lokasi tepat bagi kuman.

Maka itu, rajin-rajinlah juga membersihkannya dengan membasuhnya menggunakan air hangat.(MI/***)