Selasa, 31 Mei 2011

Anak Bau Mulut, Normalkah??

Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya. Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.
Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.
Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.
Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.
Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.

Selasa, 22 Maret 2011

Bahtera Nuh Ada di Puncak Gunung Ararat?





Oleh Septya Ayu Fuji Lestari | Inilah – Rab, 23 Mar 2011 08.23 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Menurut kitab asal mula, Bahtera Nuh penyelamat banjir dahsyat, berada diGunung Ararat di Turki. Benarkah bahtera itu berada di sana?
Mantan bintang Baywatch Donna D’Errico, baru-baru ini, mengumumkan akan pergi ke gunung itu guna mencari sisa-sisa Bahtera Nuh. Tiap tahun, banyak tim pendaki yang mengklaim menemukan bahtera itu. Bahkan pencarian satelit pada gunung dilakukan.
Pencarian itu fokus pada ‘Anomali Ararat’. Formasi seukuran bahtera di puncak gunung itu difoto Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) pada 1949. Bahkan, secara ilmiah, kebenaran adanya banjir dahsyat itu dipertanyakan.
Mungkin terdapat banjir besar selama setahun saat seorang pria beruntung dan keluarganya berada dalam perahu besar. Namun suatu hal tak ilmiah membayangkan sebuah bahtera berakhir di puncak Gunung Ararat setinggi 24,7 ribu meter.
Sederhananya, tak ada cukup air di Bumi mencapai Gunung Ararat yang memang tinggi, megah, dan berada di luar jangkauan air itu. Bagi mereka yang percaya keajaiban dan percaya adanya lebih banyak air saat banjir 40 hari pada enam ribu tahun silam itu, tetap saja mustahil Anomali Ararat adalah sebuah Bahtera.
Direktur Boston University Center for Remote Sensing Farouk El-Baz mengatakan, orang-orang itu menafsirkan citra satelit itu dengan pandangan bias. "Hingga kini, semua gambar yang pernah saya lihat bisa diartikan sebagai bentang alam," katanya.
Fitur yang ditafsirkan sebagai ‘Anomali Ararat’ adalah birai batu pada bayangan parsial yang dilengkapi ketebalan salju dan es yang bervariasi, tutupnya. [mor]

Resep Masakan


 
 
Kepiting Asam Pedas

Daging kepiting tentunya sudah menjadi salah satu favorit kita, kali ini kita coba variasi masakan daging kepiting dari pakar memasak kita, 
Sumber : Septya Ayu Fuji Lestari

Kategori Masakan : Masakan Indonesia

Bahan-Bahan :
ekor kepiting yang besar-besar
cm lengkoas, memarkan
batang daun bawang, dirajang
buah jeruk nipis, ambil airnya
batang sereh
lembar daun jeruk
500 ml air
sendok makan kecap ikan
sendok teh garam
50 ml minyak goreng
 
Bumbu yang dihaluskan :
12 buah cabe merah
buah bawang merah
50 gram kenari putih

Cara Mengolah :
 
1. Rebus kepiting.
2. Buka tempurungnya bersihkan insang dan potong menjadi 4 bagian.
3. Rebus air, masukkan bumbu yang dihaluskan, kepiting dan garam.
4. Tumis lengkoas, sereh dan daun jeruk dengan minyak goreng hingga harum.
5. Masukkan kecap ikan dan daun bawang, tumis sebentar, angkat.
6. Masukkan tumisan dalam rebusan kepiting.
7. Kecilkan api hingga bumbu menyerap.
8. Sebelum diangkat masukkan air jeruk.
9. Sajikan hangat.

Resep Masakan


 
Ayam Rica Rica

Makanan khas Menado ini rasanya sudah tidak asing lagi di lidah kita, dan mungkin sering kita nikmati di rumah-rumah makan.
Pingin coba buat sendiri ? .. ini resepnya :)

Sumber :Septya Ayu Fuji Lestari

Kategori Masakan : Masakan Indonesia

Bahan-Bahan :
ekor ayam dipotong 16 bagian
batang serai di memarkan
buah bawang merah dirajang
lembar daun pandan
lembar daun jeruk
50 ml minyak goreng
150 ml air
buah jeruk nipis
12 buah cabai merah
10 buah cabai rawit merah
siung bawang putih
cm jahe

Cara Mengolah :
 
1. Haluskan cabai merah, cabai rawit merah bawang putih dan jahe, sisihkan.
2. Tumis bawang merah, serai dan daun pandan hingga bawang kecoklatan.
3. Masukkan bumbu yang dihaluskan dan daun jeruk, aduk hingga harum.
4. Kemudian masukkan ayam aduk hingga ayam berubah warnanya, tambahkan air, kecilkan api dan tutup. Diungkep hingga airnya agak mengering sambil sekali-sekali diaduk-aduk. Angkat.
5. Tambahkan air jeruk, aduk hingga rata. 

V.O.C

Bagaimana kau akan tahu
Segala perasaan yang membebaniku
Sedang jarak memisahkan aku denganmu

Bagaimana kau akan tahu
Bahwa aku disini begitu mengingatmu
Sedang kita tak pernah berkata.

Bagaimana kau akan tahu
Hatiku tak mampu berpaling
Sedang dirimu selalu merasa ragu

Bagaimana....



hahahaha :D



Senin, 21 Maret 2011

Pertemanan


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang
mementingkan diri sendiri.

Si Kuman Senang Bersarang di Dapur

TANPA disadari, banyak benda di dapur kita yang dijadikan kuman sebagai tempat favorit mereka. Mulai dari meja hingga tong sampah. Namun benda-benda apa saja di dapur yang paling banyak mengandung kuman, berikut empat di antaranya:

1. Tempat cuci piring

Piring dan gelas yang Anda tinggalkan di bak cuci piring bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Setelah selesai mencuci piring pun bakteri akan bertahan di tempat tersebut. Membilasnya tak akan banyak membantu menyingkirkan kuman-kuman yang ada.

Coba lap wastafel atau bak cuci piring dengan sabun dan air serta sedikit cairan pemutih. Tunggu selama 5 menit kemudian bilas dengan air panas.

2. Keran wastafel
Tangan kita mudah terkontaminasi berbagai bakteri hanya dengan menyentuh keran air di wastafel. Melap atau menyekanya setiap hari dengan cairan antibakteri bisa membantu, tapi supaya cairan itu bisa bertahan lama coba seka dengan tisu.

3. Spons
Masih di sekitar aktivitas mencuci piring, spons juga ternyata merupakan sarang favorit bakteri untuk berkembang biak. Bila kita menggunakan satu spons kotor, kuman akan dengan mudah terhantar ke tempat lain di dapur Anda.

Pastikan untuk membersihkan spons setiap minggu dan membuangnya bila bentuk dan warna spon mulai pudar.

4. Saluran sumbatan
Saat Anda membersihkan sayur seperi bayam atau kol, kotoran hasil cucian yang tersumbat di saluran pembuangan bisa menjadi lokasi tepat bagi kuman.

Maka itu, rajin-rajinlah juga membersihkannya dengan membasuhnya menggunakan air hangat.(MI/***)